Udinus Semarang Dapat Hibah Komputer Canggih Rp 8 M, Apa Kelebihannya?

Semarang – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mendapatkan hibah berupa super komputer senilai lebih dari Rp 8 miliar dalam program pemerintah berupa Hibah Kedaireka Macthing Fund. Bisa apa saja komputer super canggih itu?

“Satu-satunya di Jateng yang dapat hibah super komputer. Untuk tahu seberapa canggihnya, harganya itu Rp 4,1 M. Software dan sebagainya itu sampai Rp 4 M. Total Rp 8,1 M,” kata Edi saat acara simbolik penerimaan hibah di kampusnya, Rabu (3/11/2021).

“Kenapa Udinus? Mungkin pemerintah memberikan hibah karena sudah melihat kemampuan kami,” imbuhnya.

Super Komputer yang dihibahkan merupakan keluaran NVDIA dengan spesifikasi Graphics Processing Unit (GPU) yang terpasang sebesar 320 Gigabytes (GB) dengan rincian 8 kartu Video Graphics Array (VGA) yang masing-masing memiliki kapasitas 40 GB. Sementara, untuk Central Processing Unit (CPU) memiliki kapasitas 128 cores. Dengan kapasitas sebesar itu mampu memproses model pembelajaran AI dan big data untuk skala besar.

Hibah Kedaireka Matching Fund, Udinus ini dikelola oleh Center of Excellence (CoE) Udinus yang memayungi berbagai disiplin bidang ilmu (multi-disiplin) yang ada di lingkungan Udinus, seperti bidang ilmu komputer, bidang ilmu kesehatan, bidang ilmu ekonomi hingga bidang ilmu budaya. Perangkat super komputer tersebut sudah mulia di dibuka dan akan segera dipasang.

Direktur Centre of Excellence (CoE) Udinus, Prof Zainal A. Hasibuan atau yang akrab dipanggil Prof Ucok mengatakan AI sudah digunakan di banyak sektor saat ini dan akan terus berkembang.

“Kita saat ini tahun pertama mulai 3 bidang mulai e-health spesifik tuberculosis. Ini penyakit menular seperti COVID-19. Penularan tidak hanya dari diri tapi juga lingkungan dan perilaku. Kita akan himpun data semua, kegiatan termasuk sosmed. Jadi tahu kenapa mengidap tuberkulosis. Mesin diajarkan sehingga mesin belajar sendiri sehingga kalau ada gejala awal bisa deteksi, sehingga bisa proteksi,” jelas Ucok.

Yang kedua, yaitu terkait e-UMKM dimana bisa memaksimalkan supply and demand dimana kecerdasan buatan bisa membaca kebiasaan pembeli sehingga pertemuan antara penjual dan pembeli bisa optimal. Bahkan bisa juga menjamin supply chain bahan-bahan bagi pelaku UMKM sehingga bisa menjaga produksi.

“Ketiga, naturalisasi heritage dan history. Seperti kita yang sudah ada e-gamelan, kita melestarikan dengan digitalisasi. Kemudian bisa juga misal orang asing lihat batik dan tertarik nanti bisa tahu dan muncul sejarah dan keterangan, tahu dijual di mana. Di kekayaan wisata misal di Candi Borobudur, foto relief di sana bisa keluar cerita,” katanya.

Pengembangan teknologi dengan AI masih sangat luas. Selain soal teknologinya, Ucok menjelaskan, hibah super komputer itu juga bisa untuk peningkatan jumlah sumber daya manusia (SDM) bertalenta di bidang digital.

“Bagian misi pemerintah untuk talenta digital, karena kita itu kurang 600 ribu talenta digital per tahun, bahayanya orang asing yang masuk, dan kita jadi penonton di negara sendiri. Ini Tidak hanya Udinus tapi seluruh bangsa. Kita Alhamdulillah punya starting poin cukup, banyak doktor bidang AI, dan mahasiswa di bidang AI. Itu masih jauh dari cukup. Kita juga kerjasama dengan perguruan tinggi lain untuk sama-sama belajar,” jelasnya.

Sementara itu pihak NVIDIA yang diwakili oleh PT Epsindo Prima Solusi Elite Partner NVIDIA, Rene Indiarto Widjaya mengatakan saat ini baru 8 kampus di Indonesia yang memiliki super komputer dan di Jawa Tengah hanya Udinus.

“Selamat kepada Udinus. Ini the most powerfull super komputer saat ini. Di Jateng ini satu satunya. Memang AI merupakan faktor kompetitif saat ini. Perlombaan antar negara sangat luar bisa dalam pengembangan AI. Meski ketinggalan, bersyukur Indonesia sudah memulai,” tutup Rene.

https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-5795505/udinus-semarang-dapat-hibah-komputer-canggih-rp-8-m-apa-kelebihannya